Waspadai Kehamilan-Kehamilan Bermasalah

 
Para ibu hamil dibutuhkan untuk selalu mengontrol kondisi janinnya secara rutin. Hal ini bukan tanpa alasan sebab ada beberapa kehamilan yang bermasalah. Kehamilan bermasalah ini sanggup membahayakan kondisi janin bahkan mengancam nyawa Ibu. Kehamilan bermasalah yang kerap terjadi yakni kehamilan etopik dan kehamilan kosong.




Hamil Etopik
Bila Ibu pernah mendengar istilah hamil di luar kandungan, inilah yang dinamakan hamil etopik. Hamil etopik ialah kehamilan di mana janin tidak melekat pada dinding rahim melainkan di luar dinding rahim ibarat di terusan telur (tuba falopi), indung telur, leher rahim, atau rongga perut. Bila pertumbuhan embrio terjadi di terusan telur, maka usang kelamaan terusan akan membengkak dan pecah serta sanggup mengakibatkan pendarahan yang cukup beresiko.

Hamil etopik terjadi 1 pada 50 ibu hamil. Biasanya seorang ibu hamil gres diketahui mengalami hamil etopik pada usia kehamilan 8 minggu. Kehamilan ini terjadi sebab beberapa faktor ibarat kegagalan alat kontrasepsi, adanya riwayat infertilitas atau kehamilan etopik, gangguan pada tuba falopi, dan gangguan hormon.

Gejala umum yang tampak pada kehamilan etopik :
  • terjadi pendarahan vagina
  • mual dan muntah
  • terasa sakit di penggalan bawah perut
  • sering kram perut
  • nyeri pada salah satu sisi panggul
  • pusing dan merasa lelah
  • nyeri pada bahu, leher dan rektum
  • pingsan

Kehamilan etopik harus selalu dihentikan. Bila kehamilan ini terdeteksi pada awal kehamilan, biasanya dokter akan menawarkan obat-obatan untuk menghentikan pertumbuhan embrio. tetapi kalau tuba falopi sudah mengembang, dokter akan mengambil tindakan operasi.

Kehamilan Kosong
Kehamilan kosong tidak terlihat di awal. Bila Ibu melaksanakan tes balasannya juga akan positif. Pada kehamilan kosong memang terjadi pembuahan sel telur namun tidak bermetamorfosis embrio. Bahkan meski pun perut tampak membesar ternyata embrio tidak tumbuh dan berkembang. Penyebab kehamilan ini sering dikaitkan dengan duduk kasus kromosom. Bisa jadi sebab kualitas sperma atau sel telur yang kurang baik. Biasanya kehamilan ini akan gugur dengan sendiri dengan tanda munculnya bercak kecoklatan. Namun untuk lebih memastikan periksalah ke dokter kandungan pilihan Ibu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian, Fungsi Plasenta Dan Tali Pusar

Sulitnya Memberi Adik Untuk Si Kecil