Tanamkan Perilaku Disiplin Pada Si Kecil


Kita seringkali merasa lelah dan kewalahan dengan sikap bawah umur yang susah diatur dan membantah. Tidak jarang pula faktor ini memicu adanya kekerasan yang dilakukan orangtua pada anaknya. Namun, bukan berarti hal ini menjadi pembenaran orangtua memakai kekerasan dalam mendidik anak-anak. Cari tahu penyebabnya mengapa ia tidak disiplin dan bagaimana mengajarkannya untuk disiplin.



Mengajarkannya disiplin bukanlah semata-mata menghindari kerepotan dalam mengurus anak, tetapi juga menjadi ‘bekal’ untuknya menjadi anak yang bertanggung jawab kelak.

Penyebab
Anak yakni peniru yang ulung. Apa yang ia lakukan yakni hasil dari apa yang ia lihat di sekelilingnya. Bila kini ia tidak mau mengejarkan kiprah rumahnya, mungkin sebab beliau melihat Bunda yang seringkali mengulur-ngulur waktu melaksanakan pekerjaan rumah. Atau jikalau ia sering membantah dengan bunyi tinggi, mungkin sebab ia kerap kali melihat sang ayah yang berteriak di telepon. Bisa jadi kebiasaannya tidak menghabiskan masakan ia tiru dari tantenya.
Nah, jikalau pola di sekelilingnya baik dan berperilaku positif, maka ia pun cenderung mencontoh sikap baik tersebut.

Kiat-Kiatnya
Menanamkan disiplin pada anak bukanlah memperlihatkan perintah padanya. Ketika kita menanamkan disiplin padanya, sadarlah bahwa kita juga sedang melatih kedispilinan kita. Berikut beberapa kiat yang sanggup Bunda lakukan untuk menanamkan disiplin pada si kecil :

- Konsisten
Tetapkan hati Bunda dan suami untuk konsisten dengan peraturan rumah yang sudah dibuat. Para Bunda seringkali ‘kalah’ dengan alasan tidak tega menerapkan peraturan tersebut pada anak. Tapi jangan lupa, peraturan rumah bukan hanya untuknya. Bunda juga harus konsisten melaksanakan kiprah Bunda di rumah.

- Berikan Alasan

Anak-anak selalu ingin mencoba melaksanakan hal baru. Bila Bunda merasa apa yang ia lakukan sanggup membahayakannya jangan hanya melarang. Mereka mengharapkan alasan yang berpengaruh mengapa ia dihentikan melaksanakan itu. Berikan alasan yang sanggup diterima anak seusianya dan gunakan bahasa yang jelas.

- Hargai Dia
Hindari menegurnya di depan umum sebab akan menjadikan rasa aib padanya. Hal ini cenderung menciptakan ia mempertahankan perilakunya.

- Libatkan Dirinya
Libatkan si kecil dalam pembaharuan peraturan di rumah, khususnya hal-hal yang mengenai dirinya. Misalnya dalam hal membersihkan rumah. Tanyakan apakah membantu Bunda menyiram tanaman terlalu berat untuknya? Bila ya, mintalah usulnya bagaimana menggantikan kiprah itu.

Mengajarkan disiplin pada anak akan lebih gampang jikalau dilakukan dengan penuh cinta dan kasih sayang. Berikan ciuman dan pelukan hangat jikalau ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian, Fungsi Plasenta Dan Tali Pusar

Sulitnya Memberi Adik Untuk Si Kecil